Peran Perawat Dalam Pemberian Obat
BAB I
PENDAHULUAN
I.I Latar
Belakang
Farmakologi
adalah ilmu yang mempelajari cara kerja obat dalamtubuh. Obat adalah setiap
substansi yang dapat mempengaruhi fungsinormal tubuh pada tingkat
sel.Penggunaan onat untuk maksud sosial, keagamaan atau pengobatanagaknya ada
sejak pra-peradaban. Diduga nenek moyang kita sudah memanfaatkan tumbuhan dan
substansi lain sebagai “obat”.
Mungkin50.000 tahun yang lalu. Di antara resep
yang terekam, terdapat peninggalandari orang Samaria. Mereka ini mengembara
dilembah sungai Trigis danEuphrate 5000 tahun yang lalu. Di antara resep-resep
itu yang masih ada,terlihat adanya penggunaan garam samapi akar-akaran,
biji-bijian, kulit pohon dan lain-lain.
Perlu
diingat bahwa tujuan pemberian obat
adalah untuk membantu proses penyembuhanalami tubuh. Obat yang kini beredar
berasal dari berbagai sumber, sepertitumbuh-tumbuhan, hewan, mineral, bakteri
dan substansi sintesis.Kebanyakan obat modern adalah sintetis, artinya dirakit
di laboratorium.Sebagian besar obat modern sekarang ini ditemukan dalam kurun
waktu 50tahun tyerakhir ini.Sebelum sebuah obat dapat dipasarkan, obat itu
harus lulus ujicoba dulu, mula-mula uji laboratorium pada hewan, kemudian uji
coba klinis (pada sukarelawan).
Perawat
bertanggung jawab dalam pemberian obat – obatan yang aman . Perawat harus
mengetahui semua komponen dari perintah pemberian obat dan mempertanyakan
perintah tersebut jika tidak lengkap atau tidak jelas atau dosis yang diberikan
di luar batas yang direkomendasikan . Secara hukum perawat bertanggung jawab
jika mereka memberikan obat yang diresepkan dan dosisnya tidak benar atau obat
tersebut merupakan kontraindikasi bagi status kesehatan klien . Sekali obat
telah diberikan , perawat bertanggung jawab pada efek obat yang diduga bakal
terjadi. Buku-buku referensi obat seperti , Daftar Obat Indonesia ( DOI ) ,
Physicians‘ Desk Reference (PDR), dan sumber daya manusia , seperti ahli
farmasi , harus dimanfaatkan perawat jika merasa tidak jelas mengenai reaksi
terapeutik yang diharapkan , kontraindikasi , dosis , efek samping yang mungkin
terjadi , atau reaksi yang merugikan dari pengobatan ( Kee and Hayes,
1996 ).
Perawat
harus terampil dan tepat saat memberikan obat, tidak sekedar memberikan pil
untuk diminum (oral) atau injeksi obat melalui pembuluh darah (parenteral),
namun juga mengobservasi respon klien terhadap pemberian obat tersebut.
Pengetahuan tentang manfaat dan efek samping obat sangat penting dimiliki oleh
perawat. Perawat memiliki peran yang utama dalam meningkatkan dan
mempertahankan kesehatan klien dengan mendorong klien untuk lebih proaktif jika
membutuhkan pengobatan. Perawat berusaha membantu klien dalam membangun
pengertian yang benar dan jelas tentang pengobatan, mengkonsultasikan setiap
obat yang dipesankan dan turut serta bertanggungjawab dalam pengambilan
keputusa tentang pengobatan bersama dengan tenaga kesehatan lain. Perawat dalam
memberikan obat juga harus memperhatikan resep obat yang diberikan harus tepat,
hitungan yang tepat pada dosis yang diberikan
I.2
Rumusan masalah
1)
Pengantar Farmakologi dan
Interaksi Obat ?
2)
Apa Yang di Maksud Farmakologi?
3)
Bagaimana Cara Pemberian Obat ?
1.3 TujuanPenulisan
1.3.1 Tujuan Umum
Makalah
ini bertujuan untuk memberi informasi tentang Pengantar Farmakologi dan
Interaksi Obat.
1.3.2 Tujuan Khusus
1.
Pengertian Obat
2.
Penggunaan Obat Dirumah Sakit
1.4 MetodePenulisan
Untuk
mendapatkan data dan informasi yang diperlukan, kamimenggunakan metode
observasi dan kepustakaan. Adapun teknik-teknik yang dipergunakan
penelitian ini adalah sebagai berikut :
.4.1 Studi Pustaka
Pada metode ini, kami membaca buku
referensi yang berhubungandengan penulisan makalah ini.
1.4.2 Internet
Dalam metode ini, kami mencari
informasi dari internet dan situs-situs yang relavan dan realistis
BAB 2
TINJAUAN PUSTAKA
2.1 Pengantar Farmakologi dan
Interaksi Obat
2.1.1 Pengertian
Farmakologi
adalah ilmu yang mempelajari cara kerja obat dalamtubuh. Obat adalah setiap
substansi yang dapat mempengaruhi fungsinormal tubuh pada tingkat
sel.Farmakologi adalah mempelajari interaksi obat dengan organismehidup melalui
proses kimia, khususnya ikatan dengan molekul pengatur danaktivitas atau
penghambatan proses normal tubuh (Katzung G Bertram,2007).Farmakologi adalah
ilmu yang mempelajari obat dan aksi obatdalam organisme hidup (Roach S Sally,
2007).Farmakologi merupakan
“ilmu
khasiat obat”merupaka
n
ilmu yangmempelajari pengetahuan obat dalam seluruh aspek baik sifat
fisikakimia,kegiatan fisiologi, resorpsi dan nasibnya dalam organisme hidup.
2.1.2 Penggunaan Obat di Rumah Sakit
1.
Peran Dokter Dokter bertanggaung jawab atas diagnosis dan terapi. Obat
harusdipesan dengan menulis resep atau tidak terbaca, baik oleh perawat
maupunapoteker, penulis resep iti harus dihubungi untuk penjelasan.
2.
Peran Apoteker Apoteker resmi bertanggung jawab atas pasokan dan
distribusiobat. Selain itu apoteker bertanggung jawab atas pembuatan sejumlah
besar produk farmasi seperti larutan antiseptik, dan lain-lain.Peran
penting lainnya ialah sebgai narsumber informasi obat.Apoteker bekerja sebagai
konsultan spesialis untuk profesi kedokteran, danmemberi nasihat kepada staf
keperawatan dan profesi kesehatan lainmengenai semua aspek penggunaan obat, dan
memberi konsultasi kepada pasian tentang oabtnya (bila diminta).
3.
Peran Perawat
Karena obat dapat menyembuhkan atau merugikan pasien,
maka pemberian obat menjadi salah satu tugas perawat yang paling
penting.Perawat adalah mata rantai terakhir dalam proses pemberian obat
kepada pasien. Perawat yang bertanggung jawab bahwa obat itu diberikan
danmemastikan bahwa obat itu benar diminum.Bila ada bobat yang diberikan kepada
pasien, hal ini harusmenjadi bagian inegral dari rencana keperawatan. Perawat
yang paling tahutentang kebutuhan dan respons pasien terhadap pengobatan.
Misalnya, pasien yang sukar menelan, muntah atau tidak dapat minum obat
tertentu(bentuk kapsul), pasien ini harus diperhatikan. Faktor gangguan
visual, pendengaran, intelektual, atau motorik, yang mungkin membuat
pasiensukar makan obat, harus dipertimbangkan.Rencana perawatan harus mencakup
rencana pemberian obat, bergantung pada hasil pengkajian, pengetahuan
tentang kerja dan interaksiobat, efek samping, lama kerja, dan program dokter.
Harus diperhatikan, prinsip lima benar:
1. Pasien yang benar
2.Obat yang benar
3.Dosis yang benar
4.Cara/rute pemberuian yang benar
5.Waktu yang benar
2.2
Enam Hal yang Benar
dalam Pemberian Obat
Supaya
dapat tercapainya pemberian obat yang aman , seorang perawat harus melakukan
enam hal yang benar : klien yang benar, obat yang benar, dosis yang bena, waktu
yang benar, rute yang benar, dan dokumentasi yang benar.
Pada
waktu lampau, hanya ada lima hal yang benar dalam pemberian obat. Tetapi
kini ada hal keenam yang dimasukkan yaitu dokumentasi. Dua hal tambahan klien
juga dapat ditambahkan : hak klien untuk mengetahui alasan pemberian obat, hak
klien untuk menolak penggunaan sebuah obat.
Klien
yang benar dapat dipastikan dengan memeriksa identitas klien, dan
meminta klien menyebutkan namanya sendiri. Beberapa klien akan menjawab dengan
nama sembarang atau tidak berespon, maka gelang identifikasi harus diperiksa
pada setiap klien pada setiap kali pengobatan. Pada keadan gelang identifikasi
hilang, perawat harus memastikan identitas klien sebelum setiap obat diberikan.
Dalam
keadaan dimana klien tidak memakai gelang identifikasi (sekolah, kesehatan
kerja, atau klinik berobat jalan), perawat juga bertanggung jawab untuk secara
tepat mengidentifikasi setiap orang pada saat memberikan pengobatan.
Obat
yang benar berarti klien menerima obat yang telah diresepkan. Perintah
pengobatan mungkin diresepkan oleh seorang dokter, dokter gigi,
atau pemberi asuhan kesehatan yang memiliki izin praktik dengan wewenang
dari pemerintah. Perintah melalui telepon untuk pengobatan harus
ditandatangani oleh dokter yang menelepon dalam waktu 24 jam. Komponen
dari perintah pengobatan adalah : (1) tanggal dan saat perintah ditulis, (2)
nama obat, (3) dosis obat, (4) rute pemberian, (5) frekuensi pemberian, dan (6)
tanda tangan dokter atau pemberi asuhan kesehatan. Meskipun merupakan
tanggung jawab perawat untuk mengikuti perintah yang tepat, tetapi jika salah
satu komponen tidak ada atau perintah pengobatan tidak lengkap, maka obat tidak
boleh diberikan dan harus segera menghubungi dokter tersebut untuk
mengklarifikasinya ( Kee and Hayes, 1996 ).
Untuk
menghindari kesalahan, label obat harus dibaca tiga kali : (1) pada saat
melihat botol atau kemasan obat, (2) sebelum menuang / mengisap obat dan (3)
setelah menuang / mengisap obat. Perawat harus ingat bahwa obat-obat
tertentu mempunyai nama yang bunyinya hampir sama dan ejaannya mirip, misalnya
digoksin dan digitoksin, quinidin dan quinine, Demerol dan dikumarol, dst.
Dosis
yang benar adalah dosis yang diberikan untuk klien tertentu. Dalam kebanyakan
kasus, dosis diberikan dalam batas yang direkomendasikan untuk obat yang
bersangkutan. Perawat harus menghitung setiap dosis obat secara akurat, dengan
mempertimbangkan variable berikut : (1) tersedianya obat dan dosis obat yang
diresepkan (diminta), (2) dalam keadaan tertentu, berat badan klien juga harus
dipertimbangkan, misalnya 3 mg/KgBB/hari.
Sebelum
menghitung dosis obat, perawat harus mempunyai dasar pengetahuan mengenai rasio
dan proporsi. Jika ragu-ragu, dosis obat harus dihitung kembali dan diperiksa
oleh perawat lain.
Waktu
yang benar adalah saat dimana obat yang diresepkan harus diberikan. Dosis obat
harian diberikan pada waktu tertentu dalam sehari, seperti b.i.d ( dua
kali sehari ), t.i.d ( tiga kali sehari ), q.i.d ( empat kali sehari ), atau
q6h ( setiap 6 jam ), sehingga kadar obat dalam plasma dapat dipertahankan.
Jika obat mempunyai waktu paruh (t ½ ) yang panjang, maka obat diberikan sekali
sehari. Obat-obat dengan waktu paruh pendek diberikan beberapa kali sehari pada
selang waktu yang tertentu . Beberapa obat diberikan sebelum makan dan yang
lainnya diberikan pada saat makan atau bersama makanan ( Kee and Hayes, 1996 ;
Trounce, 1997)
Rute yang benar perlu untuk absorpsi yang tepat dan
memadai. Rute yang lebih sering dari absorpsi adalah (1) oral ( melalui mulut
): cairan , suspensi ,pil , kaplet , atau kapsul . ; (2) sublingual ( di bawah
lidah untuk absorpsi vena ) ; (3) topikal ( dipakai pada kulit ) ; (4)
inhalasi ( semprot aerosol ) ; (5)instilasi ( pada mata , hidung , telinga ,
rektum atau vagina ) ; dan empat rute parenteral : intradermal , subkutan ,
intramuskular , dan intravena.
2.3
IMPLIKASI KEPERAWATAN DALAM FARMAKOLOGI
Implikasi keperawatan dalam farmakologi
mencakup hal-hal yang berkaitan dengan proses keperawatan antara lain
pengkajian, perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi.
Beberapa hal yang perlu dikaji dalam
pengelolaan farmakologi :
a.
Keadaan
pasien/identifikasi pasien
*Usia : Bayi, Anak-anak , Dewasa
Dan Lansia
*Reaksi : Bagaimana Reaksi pasein setelah
minum obat.
* Pola kebiasaan : Kebiasaan pasien pada waktu minum obat, misalnya
dengan memakai air minum, pisang
dan lain-lain.
* Persepsi pasien tentang obat : khasiat obat,
sugesti terhadap obat.
b.
Keadaan
obat / identifikasi obat
=>Dosis obat sesuai umur pasien
Bentuk obat apakah padat , cair suspensi
=>Pengunaan obat :
oral, sub-lingual, ditelan atau dikunyah.
c.
Efek
samping obat (side effect)
d.
Etiket
*Obat luar atau obat dalam (obat dalam diberi etiket
putih, obat luar diberi ektiket biru).
*Tanggal/bulan/tahun kadaluarsa obat.
Jenis obat (sedative, antihistamine,
antibiotic, deuresis dll.
e. Keadaan
pasien
Hal yang perlu dikaji adalah apakah
pasien sedang menjalani terapi khusus :
Penderita TBC Aktif
2) Penderita Kusta Aktif
Penderita Epilepsi
4) Penderita Malnutrisi
f.
Ada
tidaknya riwayat alergi obat
Bila mana ada pasien yang tidak tahan akan
jenis obat tertentu maka harus ditulis dengan jelas pada status pasien dengan tinta
merah, agar dokter dapat memilih obat lain yang lebih aman.
2.4 HAL-HAL YANG PERLU
DIPERHATIKAN DALAM PELAKSANAAN KOLABORASI PEMBERIAN OBAT
2.4.1 Perawat
yang membagi obat harus bekerja dengan penuh konsentrasi dan tenang.
2.4.2 Setelah
mengecek perintah pengobatan, bacalah tabel tiga kali ketika mempersiapkan obat
:
Saat
mengambil obat
Saat
membuka/menuang atau mencampur
Saat
mengembalikan.
.
Obat
yang sudah lama, lebih-lebih yang sudah hilang etiketnya atau tidak jelas
jangan dipakai.
4. Cara
pemberian obat harus memperhatikan prinsip 12
benar
5. Perhatikan
pasien waktu minum obat, jangan meninggalkan obat diatas meja.
6. Jangan
sekali-kali memberikan obat-obatan yang telah disiapkan orang lain, kecuali
jelas ditugaskan kepada kita.
7. Perhatikan
reaksi pasien setelah minum obat.
8. Mencatat
atau membubuhkan paraf pada waktu atau pada status pasien setelah memberikan
obat.
9.
Obat-obatan
harus disimpan sesuai dengan syarat-syarat penyimpanan masing-masing obat,
misalnya : Lemari es, tempat yang sejuk, gelap dan lain-lain.
10 Obat-obat
yang dibeli sendiri oleh pasien harus disimpan dalam lemari obat pada tempat
khusus, dengan etiket nama yang jelas.
11. Menuangkan
obat-obatan cair, jangan pada sisi yang ada etiketnya dan sejajar dengan mata.
12.
Setiap
kali selesai mengambil obat, tempat obat ditutup kembali.
14 Bila terjadi kesalahan dalam
memberikan obat harus segera dilaporkan kepada yang bertanggung jawab.
15. Usahakan agar tangan selalu bersih, ketika
akan memberikan obat-obatan.
2.4.3 Peran
dan Tanggung jawab perawat sehubungan dengan pemberian obat:
a.
Perawat
harus mempunyai pengetahuan dan pemahaman yang memadai mengenai obat.
b.
Mendukung
keefektivitasan obat.
c.
Mengobservasi
efek samping dan alergi obat
d.
Menyimpan,
menyiapkan dan administrasi obat
e.
Melakukan
pendidikan kesehatan tentang obat
f.
Perawatan,
pemeliharaan dan pemberian banyak obat-obatan merupakan tanggung jawab besar
bagi perawat.
Dokumentasi yang benar membutuhkan tindakan segera dari
seorang perawat untuk mencatat informasi yang sesuai mengenai obat yang telah
diberikan . Ini meliputi nama obat , dosis , rute , waktu dan
tanggal , inisial dan tanda tangan perawat . Respon klien terhadap pengobatan
perlu di catat untuk beberapa macam obat seperti (1) narkotik
– bagaimana efektifitasnya dalam menghilangkan rasa nyeri – atau (2)
analgesik non-narkotik, (3) sedativa, (4) antiemetik (5) reaksi yang tidak
diharapkan terhadap pengobatan, seperti irigasi gastrointestinal atau tanda –
tanda kepekaan kulit. Penundaan dalam mencatat dapat mengakibatkan lupa untuk
mencatat pengobatan atau perawat lain memberikan obat itu kembali
karena ia berpikir obat itu belum diberikan (Taylor, Lillis and LeMone,
1993 ; Kee and Hayes, 1996 ).
2.5
Hak – Hak
Klien dalam Pemberian Obat
2.5.1
Hak Klien Mengetahui Alasan Pemberian Obat
Hak ini adalah prinsip dari memberikan persetujuan
setelah mendapatkan informasi ( Informed concent ) , yang berdasarkan
pengetahuan individu yang diperlukan untuk membuat suatu keputusan .
2.5.2
Hak
Klien untuk Menolak Pengobatan
Klien dapat menolak untuk pemberian suatu pengobatan .
Adalah tanggung jawab perawat untuk menentukan , jika memungkinkan , alasan
penolakan dan mengambil langkah – langkah yang perlu untuk mengusahakan agar
klien mau menerima pengobatan . Jika suatu pengobatan dtolak , penolakan ini
harus segera didokumentasikan. Perawat yang bertanggung jawab, perawat primer,
atau dokter harus diberitahu jika pembatalan pemberian obat ini dapat
membahayakan klien, seperti dalam pemberian insulin. Tindak lanjut juga
diperlukan jika terjadi perubahan pada hasil pemeriksaan laboratorium ,
misalnya pada pemberian insulin atau warfarin ( Taylor, Lillis and
LeMone, 1993 ; Kee and Hayes, 1996 ).
KESIMPULAN
DAN SARAN
Berdasarkan hal-hal tersebut di atas,
jelaslah bahwa pemberian obat pada klien merupakan fungsi dasar keperawatan
yang membutuhkan ketrampilan teknik dan pertimbangan terhadap perkembangan
klien. Perawat yang memberikan obat-obatan pada klien diharapkan mempunyai
pengetahuan dasar mengenai obat dan prinsip-prinsip dalam pemberian obat.
Kesalahan dapat terjadi pada instruksi,
pembagian, penamaan dan pengintrepretasian instruksi sesuai dengan
penatalaksanaan obat. Obat harus tidak diberikan perawat tanpa membawa resep
tertulis kecuali pada saat kegawatan. Tanggung jawab ini hanya bisa dilimpahkan
dengan persetujuan dari petugas yang memiliki wewenang.
Berdasarkan hal-hal tersebut di atas,
jelaslah bahwa pemberian obat pada klien merupakan fungsi dasar keperawatan
yang membutuhkan ketrampilan teknik dan pertimbangan terhadap perkembangan
klien. Perawat yang memberikan obat-obatan pada klien diharapkan mempunyai
pengetahuan dasar mengenai obat dan prinsip-prinsip dalam pemberian obat.
BAB 3
PENUTUP
3.1 Simpulan
Farmakologi
adalah ilmu yang mempelajari cara kerja obat dalamtubuh. Obat adalah setiap
substansi yang dapat mempengaruhi fungsinormal tubuh pada tingkat
sel.Farmakologi adalah mempelajari interaksi obat dengan organismehidup melalui
proses kimia, khususnya ikatan dengan molekul pengatur danaktivitas atau penghambatan
proses normal tubuh (Katzung G Bertram,2007).Farmakologi adalah ilmu yang
mempelajari obat dan aksi obatdalam organisme hidup (Roach S Sally,
2007).Farmakologi merupakan
“ilmu khasiat obat”merupakan ilmu
yang
mempelajari pengetahuan obat dalam
seluruh aspek baik sifat fisikakimia,kegiatan fisiologi, resorpsi dan nasibnya
dalam organisme hidup.Pemberian obat menjadi salah satu tugas kolaboratif
perawat yang paling penting, karena :
a.
Perawat merupakan mata rantai terkhir dalam proses pemberian obat pada
pasien.
b.
Perawat bertanggung jawab bahwa obat sudah diberikan dan
memastikan bahwa obat itu benar di minum oleh pasien.
c. Perawat yang paling tahu tentang kebutuhan
dan respon pasien terhadap pengobatan. Misalnya : pasien sukar menelan, muntah
atau tidak dapatminum obat tertentu.
d.
Perawat hampir 24 jam waktunya disediakan untuk memenuhi
kebutuhan pasien.
3.2 Saran
Dalam hal ini perawat sangat penting
sekali melakukan perankolaborasi perawat dalam pelaksanaan farmakologi. Dan
setelah itu perawat juga harus menguasai cara pemberian obat dengan
prinsip 12 benar.
DAFTAR
PUSTAKA
http://www.fkep.unpad.ac.id/2008/11/peran-perawat-dalam-pemberian-obat/
16-08-2013, 19.12 WIB
http://meetabied.blogspot.com/2010/03/hal-hal-yang-perlu-diketahui-dalam.html (diakses 16
Agustus 2013)
http://materifarmakologi.blogspot.com/2012/03/pengorganisasian-farmakologi.html (diakses 16
Agustus 2013)
http://akper1a2010.blogspot.com/2011/08/peran-perawat-dalam-pemberian-obat.html
(diakses 16 Agustus 2013)
http://www.scribd.com/doc/147563675/Peran-Kolaborasi-Perawat-Dalam-Felaksanaan-Farmakologi
(diakses 16 Agustus 2013)